KODE ETIK STIBA IEC JAKARTA

KODE ETIK STIBA-IEC

  • Warga STIBA-IEC Jakarta menjunjung tinggi kode etik yang memuat nilai-nilai moral, kesusilaan, kejujuran, kaidah keilmuan, dan profesi.
  • Warga STIBA-IEC Jakarta wajib menjunjung tinggi etika keilmuan dan profesi, memiliki disiplin serta integritas kepribadian dalam melaksanakan tugas.
  • Ketentuan mengenai kode etik dan etika keilmuan, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan peraturan Ketua setelah mendapat persetujuan Senat.
  • Warga STIBA-IEC Jakarta yang melakukan kegiatan atas nama pribadi atau kelompok bertanggungjawab atas kegiatan tersebut secara pribadi atau kelompok.
  • Warga STIBA-IEC Jakarta yang melakukan kegiatan mengatasnamakan STIBA-IEC Jakarat diluar kampus harus seizing Ketua.

VISI, MISI & TUJUAN

VISI, MISI DAN TUJUAN

STIBA-IEC JAKARTA

VISI

“Menjadi sekolah tinggi yang berkualitas dan unggul di bidang bahasa dan sastra asing pada tahun 2030 di wilayah DKI Jakarta yang berstandar nasional dan mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui proses pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.”

MISI

  1. Menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pengajaran bahasa dan sastra asing (Bahasa dan Sastra Inggris) yang berkualitas.
  2. Melaksanakan kegiatan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara berkelanjutan.
  3. Menerapkan temuan-temuan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.
  4. Melakukan sosialisasi tentang eksistensi dan program-program sekolah tinggi kepada masyarakat secara terencana dan terus menerus melalui kegiatan dan relasi publik.
  5. Memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang bahasa dan sastra asing (Bahasa dan Sastra Inggris) dan pengajarannya

TUJUAN

  1. Menghasilkan lulusan tingkat sarjana bahasa dan sastra asing (Bahasa dan Sastra Inggris) yang bermoral dan berkompeten dalam bidangnya dan memiliki daya analisis, berfikir sistematis dan logis, berwawasan luas, berdedikasi terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki integritas kepribadian, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  2. Mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang bahasa dan sastra asing (Bahasa dan Sastra Inggris) melalui kegiatan penelitian.
  3. Mengimplementasikan keahlian dan pengetahuan di bidang bahasa dan sastra asing (Bahasa dan Sastra Inggris) kepada masyarakat.
  4. Menjalin kemitraan dalam upaya pemberdayaan dan peningkatan sumber daya manusia.
  5. Menyiapkan lulusan yang dapat menerapkan keahliannya dalam bidang bahasa dan sastra asing (Bahasa dan Sastra Inggris) serta dapat memenuhi kebutuhan masyarakat

BIAYA PENDIDIKAN

BIAYA PENDIDIKAN TAHUN AKADEMIK 2019/2020 (Kuliah Bahasa dan Sastra Inggris Murah Berkualitas) Biaya Pendaftaran         : Rp. 200.000 Dana Kemahasiswaan : Rp .400.000 /tahun Jaket Almamater            : Rp .150,000 Program Sastra Inggris Strata 1 (S1)                                  Kelas Regular (Senin s.d Jum’at) Biaya Semester 1 Gel 1 Gel 2 Gel 3 Dana Pengembangan 3,400,000 3,900,000 4,400,000 Uang Kuliah 2,700,000 2,700,000 2,700,000 Biaya UTS 200,000 200,000 200,000 Biaya UAS 200,000 200,000 200,000 Pembayaran Tunai 6,500,000 7,000,000 7,500,000 Pembayaran Angsur 6,800,000 7,300,000 7,800,000 Rincian Pembayaran Angsur : Dana Pengembangan 50% 1,700,000 1,950,000 2,200,000 Uang kuliah per bulan 500,000 500,000 500,000 Biaya UTS 200,000 200,000 200,000 Biaya UAS 200,000 200,000 200,000 JUMLAH 2,600,000 2,850,000 3,100,000 Pembayaran Semester 2 S/D 8 @Rp.3,500,000 (Tunai) Pembayaran Semester 2 S/D 8 @Rp.3,800,000 (Angsur) Biaya daftar ulang 400,000 Uang kuliah per bulan 500,000 Biaya UTS 200,000 Biaya UAS 200,000 JUMLAH 1,300,000   Program Sastra Inggris Strata 1 (S1)             Kelas Non Regular (Kamis-Jum’at-Sabtu) Biaya Semester 1 Gel 1 Gel 2 Gel 3 Dana Pengembangan 3,800,000 4,300,000 4,800,000 Uang Kuliah 3,300,000 3,300,000 3,300,000 Biaya UTS 200,000 200,000 200,000 Biaya UAS 200,000 200,000 200,000 Pembayaran Tunai 7,500,000 8,000,000 8,500,000 Pembayaran Angsur 7,800,000 8,300,000 8,800,000 Rincian Pembayaran

This content is restricted to site members. If you are an existing user, please log in. New users may register below.

INFO STIBA IEC JAKARTA

Hasil gambar untuk logo stiba iec

“Ingin Kuliah dengan Biaya Murah dan Berkualitas?”

STIBA-IEC Jakarta hadir untuk mewujudkannya

Sudah dibuka pendaftararan untuk Mahasiswa baru dan Pindahan untuk tahun akademik 2019/2020

Apa saja program yang ditawarkan?

  • S1 Bahasa dan Sastra Inggris
  • D1 bahasa Inggris
  • Transfer D3 (dari pergurua tinggi lain) ke S1
  • Pindahan dari perguruan tinggi ke STIBA-IEC.

Bagaimana system Perkuliahannya?

Perkuliahan di STIBA-IEC Jakarta sangat fleksibel khususnya bagi yang sudah bekerja/karyawan.

  • Regular pagi       : 08.00 – 12.00
  • Regular malam : 18.10 – 21.00
  • Weekend              : 07.30 – 17.00

Bagi yang kerja kena shift dapat menyesuaikan dengan pekerjaannya.

Apakah ada sistem Beasiswa?

STIBA-IEC memberikan beasiswa dari pemerintah bagi mahasiswa yang berprestasi.

Bagaimama sistem pembayaran kuliahnya?

STIBA-IEC memberikan kemudahan dalam membayar biaya kuliah, bisa system bulanan atau semester. Kedua pembayaran biaya tersebut harus ditransfer melalui bank yang telah ditentukan.

Apakah mata kuliah unggulan di luar bahasa Inggris?

Ada beberapa mata kuliah unggulan yang sangat diminati yaitu diantaranya:

  • Broadcasting
  • Internet blogging
  • Public speaking
  • English for Tourism
  • Entrepreneurship
  • dan masih ada beberapa lagi yang lainnya.

Peluang kerja apa saja yang bisa diperoleh setelah LULUS dari STIBA-IEC?

Sudah banyak perusahaan, institusi pemerintah dan lembaga-lembaga lainnya yang sudah merasakan manfaatnya dari ilmu yang diperoleh oleh para alumni STIBA-IEC karena STIBA-IEC memberikan peluang kerja dan profesi yang cukup menjanjikan berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dari masing-masing mata kuliah yang diantaranya yaitu menjadi:

  • Pengajar bahasa Inggris;
  • Penerjemah/Interpreter;
  • Karyawan Perhotelan;
  • Staf Kemenlu RI;
  • Tour Guide;
  • Penyiar/Reporter TV;
  • Staf Bahasa di Kedutaan Asing;
  • Editor Bahasa Inggris;
  • Entrepreneur & Pengelola Kursus Bahasa Inggris;
  • Karyawan BANK dan masih ada beberapa lagi profesi yang mendukung.

Sekiranya anda sudah mulai tertarik dan minat untuk mendaftar, silahkan boleh Tanya-tanya dulu bisa Chat melalui WA: 0856-9540-0674 (Ms. Teeny) atau telp: 021-8518685

Segera hubungi:

Telp.021-8518685

SMS/WA: 0856-9540-0674

 WhatsApp INFO PENDAFTARAN

 

Gunung Merapi

Kegagahan Merapi.jpg

Gunung Merapi (ketinggian puncak 2.930 mdpl, per 2010) (Hanacaraka: ꦒꦸꦤꦸꦁ​ꦩꦼꦫꦥꦶ ) adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten SlemanDaerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004.

Gunung ini sangat berbahaya karena menurut catatan modern mengalami erupsi setiap dua sampai lima tahun sekali dan dikelilingi oleh permukiman yang sangat padat. Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali.[butuh rujukan] Kota Magelang dan Kota Yogyakarta adalah kota besar terdekat, berjarak kurang dari 30 km dari puncaknya. Di lerengnya masih terdapat permukiman sampai ketinggian 1700 m dan hanya berjarak empat kilometer dari puncak. Oleh karena tingkat kepentingannya ini, Merapi menjadi salah satu dari enam belas gunung api dunia yang termasuk dalam proyek Gunung Api Dekade Ini (Decade Volcanoes).[1]

Geologi

Nama “Merapi” berasal dari penyingkatan “meru” (= gunung) dan “api”, sehingga nama “merapi” sebenarnya sudah berarti “gunung api”.

Gunung ini adalah gunung termuda dalam rangkaian gunung berapi yang mengarah ke selatan dari Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, dan Gunung Merapi. Gunung ini terbentuk karena aktivitas di zona subduksi Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke bawah Lempeng Eurasia menyebabkan munculnya aktivitas vulkanik di sepanjang bagian tengah Pulau Jawa. Puncak yang sekarang ini tidak ditumbuhi vegetasi karena aktivitas vulkanik yang tinggi. Puncak ini tumbuh di sisi barat daya puncak Batulawang yang lebih tua.[2]

Proses pembentukan Gunung Merapi telah dipelajari dan dipublikasi sejak 1989 dan seterusnya.[3] Berthomier, seorang sarjana Prancis, membagi perkembangan Merapi dalam empat tahap.[4] Tahap pertama adalah Pra-Merapi (sampai 400.000 tahun yang lalu), yaitu Gunung Bibi yang bagiannya masih dapat dilihat di sisi timur puncak Merapi. Tahap Merapi Tua terjadi ketika Merapi mulai terbentuk namun belum berbentuk kerucut (60.000 – 8000 tahun lalu). Sisa-sisa tahap ini adalah Bukit Turgo dan Bukit Plawangan di bagian selatan, yang terbentuk dari lava basaltik. Selanjutnya adalah Merapi Pertengahan (8000 – 2000 tahun lalu), ditandai dengan terbentuknya puncak-puncak tinggi, seperti Bukit Gajahmungkur dan Batulawang, yang tersusun dari lava andesit. Proses pembentukan pada masa ini ditandai dengan aliran lava, breksiasi lava, dan awan panas. Aktivitas Merapi telah bersifat letusan efusif (lelehan) dan eksplosif. Diperkirakan juga terjadi letusan eksplosif dengan runtuhan material ke arah barat yang meninggalkan morfologi tapal kuda dengan panjang 7 km, lebar 1–2 km dengan beberapa bukit di lereng barat. Kawah Pasarbubar (atau Pasarbubrah) diperkirakan terbentuk pada masa ini. Puncak Merapi yang sekarang, Puncak Anyar, baru mulai terbentuk sekitar 2000 tahun yang lalu. Dalam perkembangannya, diketahui terjadi beberapa kali letusan eksplosif dengan VEI 4 berdasarkan pengamatan lapisan tefra.

Karakteristik letusan sejak 1953 adalah desakan lava ke puncak kawah disertai dengan keruntuhan kubah lava secara periodik dan pembentukan awan panas (nuée ardente) yang dapat meluncur di lereng gunung atau vertikal ke atas. Letusan tipe Merapi ini secara umum tidak mengeluarkan suara ledakan tetapi desisan. Kubah puncak yang ada sampai 2010 adalah hasil proses yang berlangsung sejak letusan gas 1969.[2]

Pakar geologi pada tahun 2006 mendeteksi adanya ruang raksasa di bawah Merapi berisi material seperti lumpur yang “secara signifikan menghambat gelombang getaran gempa bumi”. Para ilmuwan memperkirakan material itu adalah magma.[5] Kantung magma ini merupakan bagian dari formasi yang terbentuk akibat menghunjamnya Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia[6].

Puncak Merapi pada tahun 1930.

Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar tercatat pada tahun 1006 (dugaan), 178618221872, dan 1930. Letusan pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawadiselubungi abu, berdasarkan pengamatan timbunan debu vulkanik.[7] Ahli geologi Belanda, van Bemmelen, berteori bahwa letusan tersebutlah yang menyebabkan pusat Kerajaan Medang (Mataram Kuno) harus berpindah ke Jawa Timur. Letusan pada tahun 1872 dianggap sebagai letusan terkuat dalam catatan era modern geologi dengan skala VEI mencapai 3 sampai 4. Letusan besar terbaru, 2010, diperkirakan juga memiliki kekuatan yang mendekati atau sama. Letusan tahun 1930, yang menghancurkan tiga belas desa dan menewaskan 1400 orang, merupakan letusan dengan catatan korban terbesar hingga sekarang.[butuh rujukan]

Letusan bulan November 1994 menyebabkan luncuran awan panas ke bawah hingga menjangkau beberapa desa dan memakan korban 60 jiwa manusia.

Letusan 19 Juli 1998 cukup besar namun mengarah ke atas sehingga tidak memakan korban jiwa.

Pada tahun 2001 sampai 2003 tercatat aktivitas tinggi yang berlangsung terus-menerus.

Pada tahun 2006 Gunung Merapi kembali beraktivitas tinggi dan sempat menelan dua nyawa sukarelawan di kawasan Kaliadem karena terkena terjangan awan panas meskipun keduanya berlindung di dalam bunker bawah tanah.

Semua catatan ini membentuk apa yang disebut sebagai letusan “tipe Merapi”, yaitu aktivitas tinggi yang cukup lama disertai dengan hembusan awan panas (diistilahkan sebagai wedhus gèmbèl (bahasa Jawa untuk domba) berulang-ulang yang biasanya ke arah bawah, sehingga membahayakan warga di lereng gunung tersebut.

Rangkaian letusan pada bulan Oktober dan November 2010 dievaluasi sebagai yang terbesar sejak letusan 1872[8] dan memakan korban nyawa 273 orang (per 17 November 2010)[9], meskipun telah diberlakukan pengamatan yang intensif dan manajemen pengungsian yang cukup tertata. Letusan 2010 juga teramati sebagai penyimpangan dari letusan “tipe Merapi” karena bersifat eksplosif disertai suara ledakan dan gemuruh yang terdengar hingga jarak 20–30 km.

Karena potensi bahayanya, gunung ini dimonitor tanpa jeda oleh Pusat Pengamatan Gunung Merapi di Kota Yogyakarta menggunakan berbagai instrumen geofisika telemetri yang sensornya ditempatkan di sekitar puncak gunung, dibantu enam (hingga 2019) pos pengamatan visual dan pencatat kegempaan (Pengamatan Gunung Merapi, PGM):

Sisi timur gunung ini tidak diamati karena dianggap relatif aman akibat adanya punggungan puncak Bibi yang terbentuk di era pra-Merapi.

Erupsi 2006[sunting | sunting sumber]

Di bulan April dan Mei 2006, mulai muncul tanda-tanda bahwa Merapi akan meletus kembali, ditandai dengan gempa-gempa dan deformasi. Pemerintah daerah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta sudah mempersiapkan upaya-upaya evakuasi. Instruksi juga sudah dikeluarkan oleh kedua pemda tersebut agar penduduk yang tinggal di dekat Merapi segera mengungsi ke tempat-tempat yang telah disediakan.

Pada tanggal 15 Mei 2006 akhirnya Merapi meletus. Lalu pada 4 Juni, dilaporkan bahwa aktivitas Gunung Merapi telah melampaui status awas. Kepala BPPTK Daerah Istimewa Yogyakarta, Ratdomo Purbo menjelaskan bahwa sekitar 2-4 Juni volume lava di kubah Merapi sudah mencapai 4 juta meter kubik – artinya lava telah memenuhi seluruh kapasitas kubah Merapi sehingga tambahan semburan lava terbaru akan langsung keluar dari kubah Merapi.

Tanggal 1 JuniHujan abu vulkanik dari luncuran awan panas Gunung Merapi yang lebat, tiga hari belakangan ini terjadi di Kota Magelang dan Kabupaten MagelangJawa TengahMuntilan sekitar 14 kilometer dari Puncak Merapi, paling merasakan hujan abu ini.[10]

Tanggal 8 Juni, Gunung Merapi pada pukul 09.03 WIB meletus dengan semburan awan panas yang membuat ribuan warga di wilayah lereng Gunung Merapi panik dan berusaha melarikan diri ke tempat aman. Hari ini tercatat dua letusan Merapi, letusan kedua terjadi sekitar pukul 09.40 WIB. Semburan awan panas sejauh 5 km lebih mengarah ke hulu Kali Gendol (lereng selatan) dan menghanguskan sebagian kawasan hutan di utara Kaliadem di wilayah Kabupaten Sleman.[11]

Erupsi 2010[sunting | sunting sumber]

Artikel utama: Letusan Gunung Merapi 2010

Merapi tak pernah ingkar janji.“”Surono, 26 Oktober 2010, dari Mira WidjajaMerpati Tak Pernah Ingkar Janji[12]

Seorang siswa SD tengah mengemudikan sepeda ketika erupsi Merapi 2010.

Peningkatan status dari “normal aktif” menjadi “waspada” pada tanggal 20 September 2010 direkomendasi oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta. Setelah sekitar satu bulan, pada tanggal 21 Oktober status berubah menjadi “siaga” sejak pukul 18.00 WIB. Pada tingkat ini kegiatan pengungsian sudah harus dipersiapkan. Karena aktivitas yang semakin meningkat, ditunjukkan dengan tingginya frekuensi gempa multifase dan gempa vulkanik, sejak pukul 06.00 WIB tangggal 25 Oktober BPPTK Yogyakarta merekomendasi peningkatan status Gunung Merapi menjadi “awas” dan semua penghuni wilayah dalam radius 10 km dari puncak harus dievakuasi dan diungsikan ke wilayah aman.

Erupsi pertama terjadi sekitar pukul 17.02 WIB tanggal 26 Oktober. Sedikitnya terjadi hingga tiga kali letusan. Letusan menyemburkan material vulkanik setinggi kurang lebih 1,5 km dan disertai keluarnya awan panas yang menerjang Kaliadem, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman.[13] dan menelan korban 43 orang, ditambah seorang bayi dari Magelang yang tewas karena gangguan pernapasan.

Sejak saat itu mulai terjadi muntahan awan panas secara tidak teratur. Mulai 28 Oktober, Gunung Merapi memuntahkan lava pijar yang muncul hampir bersamaan dengan keluarnya awan panas pada pukul 19.54 WIB.[14] Selanjutnya mulai teramati titik api diam di puncak pada tanggal 1 November, menandai fase baru bahwa magma telah mencapai lubang kawah.

Namun, berbeda dari karakter Merapi biasanya, bukannya terjadi pembentukan kubah lava baru, malah yang terjadi adalah peningkatan aktivitas semburan lava dan awan panas sejak 3 November. Erupsi eksplosif berupa letusan besar diawali pada pagi hari Kamis, 4 November 2010, menghasilkan kolom awan setinggi 4 km dan semburan awan panas ke berbagai arah di kaki Merapi. Selanjutnya, sejak sekitar pukul tiga siang hari terjadi letusan yang tidak henti-hentinya hingga malam hari dan mencapai puncaknya pada dini hari Jumat 5 November 2010. Menjelang tengah malam, radius bahaya untuk semua tempat diperbesar menjadi 20 km dari puncak. Rangkaian letusan ini serta suara gemuruh terdengar hingga Kota Yogyakarta (jarak sekitar 27 km dari puncak), Kota Magelang, dan pusat Kabupaten Wonosobo(jarak 50 km). Hujan kerikil dan pasir mencapai Kota Yogyakarta bagian utara, sedangkan hujan abu vulkanik pekat melanda hingga Purwokerto dan Cilacap. Pada siang harinya, debu vulkanik diketahui telah mencapai TasikmalayaBandung,[15] dan Bogor.[16]

Bahaya sekunder berupa aliran lahar dingin juga mengancam kawasan lebih rendah setelah pada tanggal 4 November terjadi hujan deras di sekitar puncak Merapi. Pada tanggal 5 November Kali Code di kawasan Kota Yogyakarta dinyatakan berstatus “awas” (red alert).[17][butuh rujukan]

Letusan kuat 5 November diikuti oleh aktivitas tinggi selama sekitar seminggu, sebelum kemudian terjadi sedikit penurunan aktivitas, namun status keamanan tetap “Awas”. Pada tanggal 15 November 2010 batas radius bahaya untuk Kabupaten Magelang dikurangi menjadi 15 km dan untuk dua kabupaten Jawa Tengah lainnya menjadi 10 km. Hanya bagi Kab. Sleman yang masih tetap diberlakukan radius bahaya 20 km.[18]

Erupsi 2018[sunting | sunting sumber]

Aktivitas vulkanik kembali ditunjukan gunung ini pada Jumat, 11 Mei 2018, pukul 07.30 WIB. Meski berstatus normal, Gunung Merapi mengeluarkan suara gemuruh disertai asap membumbung tinggi[19]. Letusan yang memunculkan asap setinggi hingga 5.500 meter ke udara tersebut diketahui merupakan letusan freatik. Saat terjadi letusan, sebagian pendaki masih berada di areal Pasar Bubrah. Tak ada laporan pendaki yang meninggal dunia maupun luka-luka. Kawasan Pasar Bubrah adalah tempat para pendaki Merapi biasa menginap dan memasang tenda. Hujan abu tipis jatuh di wilayah lereng barat.

Aktifitas Merapi terus meningkat hingga pada tanggal 21 Mei 2018, pukul 23.00 WIB status Merapi dinaikkan dari normal aktif menjadi waspada[20]. Pada Kamis, 24 Mei 2018 Merapi kembali erupsi dengan memuntahkan asap setinggi 6.000 meter. Hujan abu mengguyur wilayah barat gunung yaitu Kabupaten Magelang bahkan sampi ke Kabupaten Kebumenyang berjarak lebih dari 40 kilometer[21].

Gunung Merapi kembali meletus Jumat, 1 Juni 2018 pada pukul 08.20 WIB dengan durasi 2 menit. Menurut BPPTKG, kolom letusan gunung Merapi sekitar 6.000 meter dari puncak, atau sekitar 8.968 meter di atas permukaan laut arah barat laut dan teramati dari Pos Pengamatan Jrakah. Letusan tersebut menyebabkan hujan abu di Pos Pengamatan Gunung Merapi Jrakah dan Selo. Bahkan laporan hujan abu hingga ke Salatiga dan Kabupaten Semarang[22]. Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada atas hujan abu dan selalu mengenakan alat pelindung diri (APD), seperti kacamata, jaket, dan masker saat berada di luar rumah.[23]

Vegetasi[sunting | sunting sumber]

Gunung Merapi di bagian puncak tidak pernah ditumbuhi vegetasi karena aktivitas yang tinggi. Jenis tumbuhan di bagian teratas bertipe alpina khas pegunungan Jawa, seperti Rhododendron dan edelweis jawa. Agak ke bawah terdapat hutan bambu dan tetumbuhan pegunungan tropika. Hutan hujan tropis pegunungan di lereng selatan Merapi merupakan tempat salah satu forma anggrek endemik Vanda tricolor ‘Merapi’ yang langka[24].

Lereng Merapi sisi barat daya, khususnya di bawah 1.000 m, merupakan tempat asal dua kultivar salak unggul nasional, yaitu salak ‘Pondoh’ dan ‘Nglumut’.

Rute pendakian[sunting | sunting sumber]

Gunung Merapi merupakan objek pendakian yang populer. karena gunung ini merupakan gunung yang sangat mempesona. Jalur pendakian yang paling umum dan dekat adalah melalui sisi utara dari SèloKabupaten BoyolaliJawa Tengah, tepatnya di Desa Plalangan, Selo, Boyolali, Desa ini terletak di antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Pendakian melalui Selo memakan waktu sekitar 4-5 jam hingga ke puncak.

Jalur populer lain adalah melalui Kaliurang, Kecamatan PakemKabupaten SlemanYogyakarta di sisi selatan. Jalur ini lebih terjal dan memakan waktu sekitar 6-7 jam hingga ke puncak. Jalur alternatif yang lain adalah melalui sisi barat laut, dimulai dari SawanganKabupaten MagelangJawa Tengah dan melalui sisi tenggara, dari arah Deles, Kecamatan KemalangKabupaten KlatenJawa Tengah.

STORYTELLING

Hai kalian semua coba saya Tanya nih

Kamu semua ingin tetap sehat tapi mahal? Dan punya uang yang kurang cukup untuk beli obat?

Yang namanya susah sudah tidak ada, karena ada obat yang cocok untuk penyakit yang berbahaya seperti: diabetes, penyakit jantung, dsb.

Sano adalah sirup atau obat yang bisa membuat anda tetap sehat dan anda tidak perlu khawatir dengan biaya rumah sakit yang serba mahal.

Tidak perlu pesan sekarang tapi yang mau memesan lebih dahulu boleh saja karena akan ada bonus pengiriman gratis dan potongan harga sebesar 75% jadi ayo pesan sano obat kesehatan keluarga dan kapan lagi anda akan dapat bonus ini cukup hubungi nomor dibawah ini:

0877-8498-1225:telp dan wa

Zefacdm31@gmail.com: email

COPYWRITTING

ANDA MAU SEHAT TAPI MAHAL DAN MENYULITKAN?                        

Jaman saat ini orang udah  jarang yang namanya olahraga, makan makanan yang sehat, dan menjaga lingkungan iya kan?

“ iya memangnya kenapa hidup itu kan sesuka kita”

Tapi tau nggak kalau penyakit berbahaya seperti serangan  jantung, diabetes, stroke dan penyakit mematikan lainnya mengincar kita lho.

“ kan ada rumah sakit”.

Tapi rumah sakit biayanya bisa super mahal hingga jutaan.

“ eh, benar juga apa nih solusinya”.

Nah daripada kalian pergi ke rumah sakit dan harus bayar biaya hingga berjuta-juta saya perkenalkan si sano obat yang sangat luar biasa.

“ sano, itu apaan sih dan kenapa disebut obat yang luar biasa??”

Itu karena sano si obat luar biasa ini bisa menyembuhkan orang lain dari penyakit berbahaya.

“ apa sih manfaatnya pula jelasin dong dengan spesifik??”

Seperti yang kukatakan ia mampu menyembuhkan penyakit berbahaya seperti serangan jantung, diabetes, stroke, kolesterol tinggi bahkan penyakit seperti tumor dan kanker bisa disembuhkan juga lho dan  pula kamu juga terlindung dari penyakit yang mengancam nyawa itu .

“ wah keren tuh saya lagi butuh banget nih ada kan obatnya??”.

Ada dan pula banyak banget nih pelanggan yang preorder karena ada bonus free ongkir dan buy 3 get 3 free lagi.

Obat ini dibuat sangat lama karena bahannya yang sulit dicari.

Siapa cepat dia yang beruntung…

Dengan  obat ini anda bisa menyembuhkan bukan hanya itu obat ini juga MELINDUNGI dan MEMPERKUAT sistem imun tubuh kita agar terjauh dari penyakit mematikan.

Stop kabar buruknya obat plus bonusnya  terbatas lho hanya hari ini saja.

Kalo kelewat malah miris deh.

Bayarnya hanya 85.000 aja.

Nah daripada nunggu sakit terus bayar biaya rumah sakit sedemikian mahal mending pesan aja dulu, lebih cepat dikirim terus anda bisa rasakan manfaat dan khasiat dari sano si obat luar biasa ini.

Tinggal contact dan wa ke 0877-8498-1225 atau lewat email at zefacdm31@gmail.com.  

Rendang

Rendang daging sapi asli Padang.JPG

Rendang atau randang (Jawiرندڠ) adalah masakan daging bercita rasa pedas yang menggunakan campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah. Masakan ini dihasilkan dari proses memasak yang dipanaskan berulang-ulang dengan santan kelapa. Proses memasaknya memakan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam) hingga kering dan berwarna hitam pekat. Dalam suhu ruangan, rendang dapat bertahan hingga berminggu-minggu. Rendang yang dimasak dalam waktu yang lebih singkat dan santannya belum mengering disebut kalio, berwarna coklat terang keemasan.

Rendang dapat dijumpai di Rumah Makan Padang di seluruh dunia. Masakan ini populer di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti MalaysiaSingapuraBruneiFilipina, dan Thailand. Di daerah asalnya, Minangkabau, rendang disajikan di berbagai upacara adat dan perhelatan istimewa. Meskipun rendang merupakan masakan tradisional Minangkabau, masing-masing daerah di Minangkabau memiliki teknik memasak serta pilihan dan penggunaan bumbu yang berbeda.

Pada tahun 2011, rendang dinobatkan sebagai hidangan yang menduduki peringkat pertama daftar World’s 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia) versi CNN International.[1]

Rendang juga dimanfaat sebagai bantuan pangan bagi korban bencana alam karena tahan lama dan kandungan gizinya, seperti pada gempa bumi Lombok 2018gempa bumi dan tsunami Sulawesi 2018, dan tsunami Selat Sunda 2018.[2][3]

Kandungan bahan dan cara memasak

Rendang adalah masakan yang mengandung bumbu rempah yang kaya. Selain bahan dasar daging, rendang menggunakan santan kelapa (karambia), dan campuran dari berbagai bumbu khas yang dihaluskan di antaranya cabai (lado), serailengkuaskunyitjahebawang putihbawang merah dan aneka bumbu lainnya yang biasanya disebut sebagai pemasak. Keunikan rendang adalah penggunaan bumbu-bumbu alami, yang bersifat antiseptik dan membunuh bakteri patogen sehingga bersifat sebagai bahan pengawet alami. Bawang putih, bawang merah, jahe, dan lengkuas diketahui memiliki aktivitas antimikroba yang kuat.[4] Tidak mengherankan jika rendang dapat disimpan satu minggu hingga empat minggu.

Proses memasak rendang asli dapat menghabiskan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam), karena itulah memasak rendang memerlukan waktu dan kesabaran.[5] Potongan daging dimasak bersama bumbu dan santan dalam panas api yang tepat, diaduk pelan-pelan hingga santan dan bumbu terserap daging.[6] Setelah mendidih, apinya dikecilkan dan terus diaduk hingga santan mengental dan menjadi kering. Memasak rendang harus sabar dan telaten ditunggui, senantiasa dengan hati-hati dibolak-balik agar santan mengering dan bumbu terserap sempurna, tanpa menghanguskan atau menghancurkan daging. Proses memasak ini dikenal dalam seni kuliner modern dengan istilah ‘karamelisasi’. Karena menggunakan banyak jenis bumbu, rendang dikenal memiliki citarasa yang kompleks dan unik.